Gepeng Kembali Marak Di Pekanbaru, Dinsos Imbau Warga Tak Beri Uang Di Jalanan

Gepeng Kembali Marak Di Pekanbaru, Dinsos Imbau Warga Tak Beri Uang Di Jalanan
Kepala Dinsos Kota Pekanbaru, Junaedy

Pekanbaru, Terbilang.id - Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) kembali marak di sejumlah ruas jalan dan persimpangan di Kota Pekanbaru.

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru mengungkap sejumlah kendala yang membuat keberadaan gepeng sulit dihilangkan dari jalanan. Selain mayoritas berasal dari luar daerah, sebagian gepeng yang telah ditertibkan dan dipulangkan kembali beraktivitas di jalan.

Kepala Dinsos Kota Pekanbaru, Junaedy, mengatakan mayoritas gepeng yang terjaring dalam penertiban merupakan warga yang memiliki KTP dari luar Kota Pekanbaru.

Mereka datang ke Pekanbaru dan menjadikan aktivitas meminta-minta di persimpangan jalan sebagai pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan.

"Rata-rata mereka itu ber-KTP di luar Pekanbaru. Itu kebiasaan mereka. Bukan untuk mencari nafkah saja, tapi untuk cari kaya," kata Junaedy, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, upaya penanganan gepeng juga terkendala karena Dinsos tidak dapat menahan mereka dalam waktu lama. Sesuai ketentuan penanganan yang berlaku, gepeng yang terjaring hanya dapat ditempatkan sementara di shelter maksimal tujuh hari.

Selama berada di shelter, mereka menjalani proses pendataan dan pembinaan. Setelah masa penempatan berakhir, terutama bagi gepeng yang berasal dari luar daerah, mereka harus dipulangkan atau diserahkan kembali kepada pihak keluarga.

"Kita jangkau, kita data, masukkan shelter. Ada batas waktunya. Setelah itu kita pulangkan kepada keluarganya, terutama yang berasal dari luar daerah," jelasnya.

Namun, proses penertiban dan pemulangan tersebut tidak selalu membuat mereka berhenti beraktivitas di jalanan.

Junaedy menyebut petugas bahkan kembali menemukan orang yang sama melakukan aktivitas meminta-minta setelah sebelumnya ditertibkan dan dipulangkan.

"Mereka datang lagi, orangnya itu-itu saja, kita tangkap lagi, begitu saja terus," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat Dinsos Pekanbaru harus melakukan penertiban secara rutin. Tim diturunkan setiap hari untuk menyusuri sejumlah persimpangan yang kerap menjadi lokasi aktivitas gepeng.

Di sisi lain, Junaedy menilai kebiasaan masyarakat memberikan uang secara langsung kepada gepeng juga menjadi salah satu faktor yang membuat aktivitas tersebut terus berulang.

Menurutnya, selama masih ada uang yang diberikan oleh pengendara maupun masyarakat, aktivitas meminta-minta di jalan akan tetap memiliki daya tarik bagi gepeng untuk kembali.

Karena itu, Dinsos Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang secara langsung kepada gepeng di jalanan.

"Kalau terus diberikan, mereka akan kembali lagi. Ini yang membuat gepeng sulit kita hilangkan," katanya.

Dinsos berharap masyarakat dapat ikut membantu upaya penanganan gepeng dengan tidak memberikan uang di jalan. Dengan demikian, diharapkan aktivitas meminta-minta di sejumlah persimpangan Pekanbaru dapat ditekan. (*)