20 Hektare Sawit Di Merbau Alami Kebakaran, Gerak Cepat Tim Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla

20 Hektare Sawit Di Merbau Alami Kebakaran, Gerak Cepat Tim Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla
20 Hektare Lahan Sawit Di Merbau Terbakar

Pelalawan, Terbilang.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Desa Merbau akhirnya berhasil dipadamkan setelah sempat menghanguskan sekitar 20 hektare kebun sawit milik Koperasi Riau Tani Bersatu Sejahtera (RTBS). Api yang cepat membesar akibat cuaca panas dan angin kencang sempat menyulitkan proses pengendalian di awal kejadian.

Beruntung, gerak cepat tim gabungan dari berbagai unsur mampu menjinakkan kobaran api sebelum meluas lebih jauh. Aparat TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, pihak perusahaan, koperasi, hingga masyarakat bahu-membahu melakukan pemadaman di lokasi.

Babinsa TNI Desa Merbau, Desmi, mengungkapkan bahwa sejak awal kejadian seluruh unsur langsung turun ke lapangan untuk melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api.

“Sejak awal kami bersama Polri, BNPB, Manggala Agni, pihak perusahaan, koperasi, dan masyarakat langsung bergerak. Alhamdulillah api sudah berhasil dipadamkan,” ujar Desmi.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem menjadi tantangan utama di lapangan. Suhu panas yang tinggi disertai angin kencang membuat api cepat merambat dan memperluas area terdampak.

Dalam proses penanganan, Koperasi RTBS turut berperan aktif dengan menurunkan tim serta membantu pemadaman, khususnya di area kebun sawit yang telah tertanam.

Upaya pemadaman semakin terbantu dengan turunnya hujan di lokasi kejadian, sehingga mempercepat proses pendinginan dan memastikan api benar-benar padam.

Desmi menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh pihak di lapangan.

“Ke depan, pencegahan dan antisipasi harus terus ditingkatkan. Ini tanggung jawab bersama, baik aparat, pemerintah, perusahaan, koperasi, maupun masyarakat,” tegasnya.

Saat ini, petugas gabungan masih melakukan patroli dan pemantauan intensif guna memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul di wilayah tersebut. (*)

Penulis : Ikhwan Nur Rahman