Warga Tebing Tinggi Terdampak Penutupan Panglong Arang, Pemkab Meranti Salurkan Bantuan Sembako

Warga Tebing Tinggi Terdampak Penutupan Panglong Arang, Pemkab Meranti Salurkan Bantuan Sembako
bantuan itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang saat ini tengah menghadapi tekanan ekonomi.

Kepulauan Meranti, Terbilang.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti menyalurkan bantuan kepada ratusan warga di Kecamatan Tebing Tinggi yang terdampak akibat penutupan panglong arang, Rabu (13/5).

Bantuan tersebut diberikan kepada 93 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 363 jiwa yang mengalami kesulitan ekonomi setelah kehilangan mata pencaharian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kepulauan Meranti, Ifwandi, mengatakan bantuan itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang saat ini tengah menghadapi tekanan ekonomi.

“Pemerintah daerah ingin memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Ini bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah untuk membantu warga yang saat ini kehilangan mata pencaharian,” ujar Ifwandi.

Ia menjelaskan, sejak operasional panglong arang ditutup, ribuan warga yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas mencari bakau sebagai bahan baku arang kehilangan pekerjaan. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat pesisir, khususnya di Kecamatan Tebing Tinggi.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa bahan kebutuhan pokok, di antaranya satu papan telur, dua kilogram gula pasir, seperempat kilogram kopi, serta sejumlah bantuan pangan lainnya.

Selain itu, Pemkab Kepulauan Meranti juga memastikan anak-anak dari keluarga terdampak tetap mendapatkan bantuan makanan bergizi meskipun sedang tidak bersekolah.

Ifwandi menegaskan, pemerintah daerah bersama DPRD Kepulauan Meranti terus berupaya mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang agar masyarakat terdampak dapat kembali memiliki sumber penghasilan.

“Kami bersama DPRD terus berupaya mencari solusi konkret agar masyarakat terdampak bisa kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Mohon doa dan dukungan semua pihak,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pemkab Kepulauan Meranti juga menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bekerja sama dengan Bulog kepada 178 KK.

Masing-masing penerima memperoleh bantuan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng.

Menurut Ifwandi, penyaluran bantuan BPNT dapat dilakukan lebih cepat berkat koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan Bulog. Ia juga memastikan program bantuan tersebut akan terus diperjuangkan agar tetap berlanjut setiap tahun.

“Kami akan terus memperjuangkan agar bantuan BPNT ini tetap ada setiap tahun guna membantu masyarakat kurang mampu,” pungkasnya. (*)