Tekankan Pelayanan Humanis, Kapolda Riau Buka Pendidikan Bintara Polri SPKT 2026

Tekankan Pelayanan Humanis, Kapolda Riau Buka Pendidikan Bintara Polri SPKT 2026
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan

Pekanbaru, Terbilang.id - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan resmi membuka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026. Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan bahwa pendidikan kepolisian bukan sekadar mencetak anggota Polri, tetapi membentuk karakter, integritas, serta kemampuan memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat tanpa mengesampingkan disiplin.

Upacara pembukaan pendidikan berlangsung pada Senin (20/7/2026) dan diikuti para peserta didik yang telah dinyatakan lulus melalui proses seleksi nasional.

Mengawali amanatnya, Irjen Herry Heryawan mengajak seluruh peserta didik bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesempatan mengikuti pendidikan dalam keadaan sehat. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa yang berhasil lolos dari ribuan pendaftar di seluruh Indonesia.

"Saudara adalah putra-putri terbaik bangsa yang berhasil menyisihkan ribuan pendaftar untuk mengikuti pendidikan di lembaga ini. Jalani pendidikan ini dengan sebaik-baiknya," kata Herry.

Kapolda menjelaskan, Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan SPKT akan berlangsung selama lima bulan dengan total 4.799 peserta didik di seluruh Indonesia. Sebanyak 709 polisi wanita mengikuti pendidikan di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan), sedangkan 4.090 polisi pria menjalani pendidikan di 31 Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda.

Khusus di Polda Riau, pendidikan tersebut diikuti oleh 119 siswa didik.

Menurut Herry, jumlah peserta yang besar menunjukkan keseriusan Polri dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya personel yang nantinya bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) sebagai garda terdepan pelayanan kepada masyarakat.

"Pendidikan ini bukan sekadar mengubah status seseorang menjadi anggota Polri, melainkan proses transformasi pengetahuan, keterampilan, sikap, karakter, mental, dan budaya agar menjadi personel yang profesional," ujarnya.

Tahun ini, pendidikan mengusung tema "Membangun Keutamaan Pendidikan Polri Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif."

Kapolda menilai tema tersebut mencerminkan komitmen Polri untuk membentuk personel yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dan fisik yang baik, tetapi juga memiliki moralitas, integritas, kemampuan berpikir kritis, serta mampu menjawab tantangan perkembangan lingkungan strategis.

Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak diukur dari beratnya latihan yang dijalani, melainkan dari lahirnya anggota Polri yang profesional, berintegritas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Sebagai calon personel SPKT, para peserta didik nantinya akan menjadi anggota Polri yang pertama kali berhadapan dengan masyarakat saat membutuhkan pelayanan kepolisian.

Karena itu, menurut Kapolda, kemampuan berkomunikasi, empati, kecepatan dalam memberikan pelayanan, serta kepastian hukum menjadi kompetensi utama yang harus dimiliki setiap personel SPKT.

"Masyarakat datang ke kantor polisi sering kali membawa masalah, ketakutan, kebingungan, bahkan keputusasaan. Karena itu, personel SPKT harus mampu menerima laporan dengan cepat, berkomunikasi secara santun, memberikan kepastian hukum, serta menghadirkan pelayanan prima," tegasnya.

Ia berharap lulusan pendidikan tersebut mampu menjadi personel Polri yang profesional, berkarakter kebhayangkaraan, memiliki kompetensi pelayanan publik, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia, demokrasi, dan prinsip-prinsip humanis dalam menjalankan tugas.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga memberikan sejumlah pesan kepada seluruh peserta didik. Ia meminta mereka meningkatkan keimanan dan ketakwaan, menjaga kesehatan, mempersiapkan fisik dan mental, menaati seluruh peraturan pendidikan, menghormati tenaga pendidik, serta membangun solidaritas antarsesama peserta.

Selain itu, para peserta diingatkan untuk meninggalkan kebiasaan buruk, sikap manja, perilaku individualistis, dan egoisme yang dapat menghambat proses pembentukan karakter sebagai anggota Polri.

Kapolda juga memotivasi para peserta agar tetap kuat menghadapi tekanan selama menjalani pendidikan.

"Kalau kalian lelah, ingat kembali tujuan datang ke tempat ini. Kalau merasa tertekan, ingat bahwa tekanan yang dikelola dengan baik akan membentuk ketangguhan. Jika ingin menyerah, ingatlah orang tua dan keluarga yang menitipkan harapan dan kebanggaan kepada kalian," pesannya.

Tak hanya menyampaikan arahan kepada peserta didik, Irjen Herry Heryawan juga memberikan penekanan kepada seluruh kepala SPN, tenaga pendidik, instruktur, pengasuh, dan tenaga kependidikan agar melaksanakan proses pendidikan secara profesional, bertanggung jawab, serta berorientasi pada kualitas lulusan.

Ia secara tegas meminta agar tidak ada praktik kekerasan maupun hukuman yang merendahkan martabat peserta didik selama proses pendidikan berlangsung.

"Terapkan disiplin secara tegas, adil, dan konsisten. Hindari segala bentuk kekerasan, hukuman yang merendahkan martabat, serta tindakan yang bertentangan dengan hukum dan nilai-nilai kemanusiaan," tegas Kapolda.

Kapolda juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan para peserta didik, terutama saat menjalani latihan di tengah cuaca panas.

Menurutnya, pendidikan yang disiplin tidak identik dengan kekerasan.

"Latihan boleh berat, tetapi tidak boleh kehilangan martabat. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam. Tekanan latihan harus memperkuat daya juang, bukan merusak fisik dan mental peserta didik," ujarnya.

Menutup amanatnya, Kapolda Riau meminta seluruh tenaga pendidik menjadi teladan bagi para peserta, baik dalam sikap, perilaku, kedisiplinan, maupun integritas. Ia berharap seluruh peserta didik mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kelak menjadi Bhayangkara yang profesional, humanis, berintegritas, serta siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (*)