Produksi Minyak Lampaui Target APBN, Bumi Siak Pusako Siapkan Investasi Infrastruktur Pada 2027
Pekanbaru, Terbilang.id - PT Bumi Siak Pusako (BSP) mencatatkan kinerja produksi minyak sebesar 101,89 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat operasional, perusahaan menyiapkan investasi infrastruktur yang salah satunya berupa pembangunan pipa baru pada 2027.
Selain capaian produksi tersebut, BSP juga mencatatkan laba sebesar US$8,4 juta sepanjang 2025 berdasarkan hasil audit. Capaian ini disampaikan perusahaan sebagai bagian dari gambaran kinerja keuangan dan operasional di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
BSP menyebut, perusahaan menjadi satu-satunya Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam kelompok 15 besar nasional yang mencapai 101,89 persen dari target produksi APBN. Sementara itu, realisasi produksi tercatat sebesar 99,8 persen dari target Work Program and Budget (WP&B) atau rencana kerja dan anggaran.
Meski mencatatkan capaian produksi di atas target APBN, BSP masih menghadapi sejumlah tantangan operasional. Di antaranya kebocoran pipa, penumpukan atau pembekuan minyak yang menghambat aliran, serta jalur pengiriman minyak yang saat ini belum dapat digunakan.
Kondisi tersebut memengaruhi metode pengangkutan minyak dan biaya pengangkatan minyak atau lifting cost. Di sisi lain, usia sejumlah fasilitas operasional yang sudah tua juga menjadi tantangan dalam menjaga kelancaran kegiatan produksi.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, BSP merencanakan tender pembangunan pipa baru pada 2026. Adapun pekerjaan konstruksi ditargetkan dimulai pada 2027, dengan mempertimbangkan kesiapan teknis, proses pengadaan, perizinan, dan persetujuan yang diperlukan.
Pembangunan pipa baru diharapkan dapat memperkuat sistem penyaluran minyak dan meningkatkan keandalan infrastruktur operasional. Namun, realisasi proyek tetap bergantung pada pemenuhan persyaratan teknis dan administratif.
Selain membenahi infrastruktur, BSP juga menyiapkan program pengeboran untuk mendukung keberlanjutan produksi minyak.
Perusahaan merencanakan pengeboran sumur infill pada akhir 2026. Pengeboran ini ditujukan untuk mengoptimalkan potensi produksi pada area yang telah beroperasi.
Selanjutnya, BSP merencanakan pengeboran sumur eksplorasi pada 2027 melalui skema Komitmen Kerja Pasti (KKP). Kegiatan tersebut diarahkan untuk mencari potensi cadangan baru yang dapat mendukung keberlanjutan produksi perusahaan.
Pelaksanaan program pengeboran akan mempertimbangkan hasil kajian teknis dan keekonomian, ketersediaan pendanaan, serta persetujuan yang diperlukan.
Dari sisi internal, BSP juga melakukan penguatan organisasi seiring dengan adanya direktur baru. Proses asesmen untuk mengisi sejumlah posisi yang masih kosong disebut telah memasuki tahap akhir.
Penguatan organisasi tersebut diharapkan dapat mendukung efektivitas pengelolaan perusahaan dan pelaksanaan program kerja yang telah direncanakan.
Melalui rencana investasi infrastruktur, pembenahan fasilitas, serta kegiatan pengeboran, BSP berupaya menjaga kinerja produksi dan meningkatkan keandalan operasional. Sejumlah agenda tersebut direncanakan secara bertahap, dengan pelaksanaannya menyesuaikan kesiapan teknis, pendanaan, dan ketentuan yang berlaku. (*)








