Antisipasi Ancaman Musim Hujan, BPBD Pekanbaru Andalkan Kolaborasi Untuk Tangani Banjir
Pekanbaru, Terbilang.id - Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru mulai memperkuat langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi banjir di sejumlah wilayah rawan.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemetaan daerah rawan bencana, pengecekan kesiapan peralatan, hingga pemantauan daerah aliran sungai (DAS) dan ketinggian permukaan air. BPBD juga mengandalkan kolaborasi dengan sejumlah pihak untuk mendukung penanganan apabila banjir terjadi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Pekanbaru, Martin Manoluk, mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi awal dengan mengacu pada kejadian banjir yang pernah melanda Pekanbaru pada 2024, 2025, hingga awal 2026.
Pada periode tersebut, banjir sempat terjadi di kawasan pesisir Sungai Siak. Pengalaman itu menjadi salah satu acuan BPBD dalam memetakan potensi bencana dan mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi musim hujan.
"Untuk peralatan, kami terus melakukan pendataan dan pengecekan, baik kendaraan maupun tenda. Sementara itu, untuk logistik, persediaan kami memang masih terbatas," kata Martin, Selasa (27/10/2026).
Martin mengakui, keterbatasan logistik masih menjadi salah satu tantangan dalam mempersiapkan penanganan bencana. Untuk mengatasi kebutuhan tersebut, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Pekanbaru.
Selain logistik, pihaknya juga memetakan kebutuhan personel dan tenda untuk mendukung penanganan warga apabila terjadi banjir.
"Kalau melihat kondisi saat ini, peralatan yang dimiliki BPBD sendiri mungkin belum mencukupi. Namun kami juga memiliki dukungan dari Dinas Sosial dan pihak lain yang bisa diajak bekerja sama, seperti Kodim. Kemungkinan besar, kami akan menggalang seluruh potensi tersebut untuk membantu penanganan ketika terjadi bencana banjir," jelasnya.
Selain menyiapkan peralatan, BPBD Pekanbaru terus menelusuri daerah aliran sungai serta memantau ketinggian permukaan air. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan dan mengantisipasi potensi banjir sejak dini.
Martin mengatakan, pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya BPBD dalam memberikan peringatan dini kepada masyarakat apabila ditemukan indikasi peningkatan risiko banjir.
BPBD juga menjalin kerja sama dengan Politeknik Caltex Riau (PCR) dalam pengembangan alat peringatan dini banjir. Sebelumnya, PCR membantu membuat alat yang ditempatkan di wilayah Rumbai.
"Kami juga sudah bekerja sama dengan PCR. Sebelumnya PCR membantu membuat alat peringatan dini banjir yang ditempatkan di Rumbai. Hingga saat ini, alat tersebut akan terus kami uji coba," ungkap Martin.
Melalui pemantauan sungai dan pengujian alat tersebut, BPBD berharap upaya deteksi dini dapat berjalan lebih optimal sehingga masyarakat memiliki waktu untuk melakukan langkah antisipasi jika potensi banjir meningkat.
Di sisi lain, BPBD Pekanbaru juga berupaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui program Kelurahan Tangguh Bencana. Hingga saat ini, sebanyak 23 kelurahan telah dibentuk sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Namun, pelaksanaan program tersebut belum berjalan maksimal karena keterbatasan anggaran, peralatan, serta sumber daya manusia (SDM).
Martin mengatakan, pihaknya berencana kembali memaksimalkan peran relawan bencana pada 2027 sesuai arahan pimpinan. Relawan diharapkan dapat mendukung penanganan berbagai kejadian, mulai dari banjir hingga kebakaran dan bencana lainnya.
"Mungkin pada tahun 2027, sesuai arahan pimpinan, kami akan kembali memaksimalkan peran para relawan bencana, baik untuk penanganan banjir, kebakaran, maupun bencana lainnya. Saat ini, kami sudah membentuk 23 Kelurahan Tangguh Bencana. Namun karena keterbatasan anggaran, pelaksanaannya memang belum bisa dimaksimalkan," jelasnya.
Ia menambahkan, kelurahan yang dipilih dalam program tersebut merupakan wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana. Pemetaan tidak hanya berfokus pada kawasan rawan banjir, tetapi juga wilayah yang berpotensi mengalami jenis bencana lainnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, BPBD Pekanbaru berupaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Dukungan lintas instansi, kesiapan peralatan, pemantauan kondisi sungai, serta keterlibatan relawan diharapkan dapat membantu memperkuat penanganan bencana di Kota Pekanbaru. (*)








