PM2.5 Pekanbaru Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, Diskes Perkuat Layanan Kesehatan Dan Siapkan 200 Ribu Masker

PM2.5 Pekanbaru Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, Diskes Perkuat Layanan Kesehatan Dan Siapkan 200 Ribu Masker
Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto

Pekanbaru, Terbilang.id - Kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Selasa (6/10/2026). Kondisi tersebut membuat kualitas udara kembali memburuk dan menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru karena berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data kualitas udara yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Pekanbaru berada pada kategori sangat tidak sehat pada pukul 16.00 WIB.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi warga yang tidak memiliki keperluan mendesak.

Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara memburuk.

"Kurangi aktivitas di luar ruangan. Harus pakai masker," imbau Hazli.

Selain memberikan imbauan, Diskes Pekanbaru juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah pencegahan paparan kabut asap.

Petugas turut membagikan masker gratis sebagai salah satu upaya mengurangi risiko masyarakat terpapar partikulat dari kabut asap.

Hazli juga mengingatkan masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Di antaranya dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun, memperbanyak minum air putih, serta mengonsumsi sayuran dan makanan bergizi.

"Untuk kesehatan, masyarakat juga harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat," ujarnya

Tak hanya melakukan pencegahan, Diskes Pekanbaru juga memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan untuk mengantisipasi potensi peningkatan penyakit akibat memburuknya kualitas udara.

Salah satu gangguan kesehatan yang menjadi perhatian adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Sejumlah puskesmas di Pekanbaru tetap memberikan pelayanan hingga pukul 21.00 WIB. Pelayanan kesehatan juga tetap dibuka pada Sabtu dan Minggu.

"Kita memperkuat sistem rujukan. Bagi masyarakat yang berobat akibat dampak asap karhutla seperti ISPA, silakan berobat ke puskesmas. Jika diperlukan tindakan rujukan, kita rujuk ke rumah sakit," jelas Hazli.

Diskes juga memastikan ketersediaan obat-obatan untuk menangani penyakit yang berkaitan dengan dampak kabut asap.

Selain stok obat untuk ISPA, fasilitas kesehatan juga disiapkan dengan persediaan oksigen dan kebutuhan medis lainnya.

"Kita memperkuat kesiapsiagaan, dengan menyediakan stok obat-obatan untuk ISPA, oksigen dan yang lainnya," katanya.

Untuk memperkuat perlindungan masyarakat, Diskes Pekanbaru telah menyiapkan sekitar 200 ribu pcs masker yang dapat dibagikan kepada warga.

Masker tersebut disiapkan sebagai salah satu langkah antisipasi apabila masyarakat harus beraktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.

Diskes juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan selama kabut asap kembali menyelimuti Pekanbaru.

Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, terutama gangguan pernapasan, diimbau segera mendatangi puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

Hazli berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, menerapkan PHBS, serta segera mendapatkan layanan kesehatan apabila mengalami gangguan akibat paparan kabut asap.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kesehatan masyarakat selama kualitas udara di Kota Pekanbaru masih berada dalam kondisi yang tidak sehat. (*)