Perkuat Edukasi Bahaya HIV/AIDS, Wawako Pekanbaru Tekankan Generasi Muda Jauhi Perilaku Berisiko

Perkuat Edukasi Bahaya HIV/AIDS, Wawako Pekanbaru Tekankan Generasi Muda Jauhi Perilaku Berisiko
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar

Pekanbaru, Terbilang.id - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS melalui edukasi kepada masyarakat, khususnya kalangan remaja dan pemuda. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter sebagai modal pembangunan daerah di masa depan.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menegaskan generasi muda harus menjauhi berbagai perilaku menyimpang, termasuk perilaku yang dapat meningkatkan risiko penyebaran HIV/AIDS.

Menurutnya, remaja dan pemuda merupakan aset berharga yang harus dijaga agar mampu berkontribusi positif bagi kemajuan Kota Pekanbaru.

“Anak-anak muda harus stop dan menjauhi perilaku menyimpang. Masa depan Pekanbaru ada di tangan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” tegas Markarius, Ahad (14/6/2026).

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru terus mengintensifkan berbagai program pencegahan HIV/AIDS dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Tidak hanya tenaga kesehatan, upaya tersebut juga melibatkan generasi muda, tokoh agama, tokoh adat, lembaga pendidikan, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan sebagai bagian dari strategi bersama menekan penyebaran HIV/AIDS.

Menurut Markarius, kolaborasi seluruh pihak menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan sejak dini.

“Selain edukasi, diperlukan kepedulian bersama agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar mengenai bahaya HIV/AIDS serta langkah-langkah pencegahannya,” ujarnya.

Sementara itu, Bendahara Umum Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru, Farid Rahman Dinata, mengatakan generasi muda merupakan aset terbesar bagi masa depan Bumi Lancang Kuning yang perlu dibekali dengan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan.

Menurutnya, generasi muda yang unggul tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan menjaga diri dan lingkungan sosialnya.

Karena itu, edukasi mengenai HIV/AIDS harus terus diperkuat untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat sekaligus menghilangkan stigma dan diskriminasi yang masih berkembang.

Farid mengajak para remaja dan pemuda untuk memahami HIV/AIDS berdasarkan ilmu pengetahuan dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar rumor atau informasi yang belum tentu benar.

“Pemahaman yang baik akan membantu masyarakat mengambil langkah pencegahan yang tepat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan inklusif terhadap upaya penanggulangan HIV/AIDS,” katanya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, KPA, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan generasi muda, diharapkan upaya pencegahan HIV/AIDS di Kota Pekanbaru dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas. (*)