Kolaborasi Bersama DLHK, Lapas Kelas II A Pekanbaru Latih Warga Binaan Olah Sampah Jadi Cuan

Kolaborasi Bersama DLHK, Lapas Kelas II A Pekanbaru Latih Warga Binaan Olah Sampah Jadi Cuan
Warga Binaan Lapas Kelas II A Pekanbaru Berlatih keterampilan mengolah sampah menjadi pupuk organik

Pekanbaru, Terbilang.id - Institusi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru terus mendorong pembinaan warga binaan yang berorientasi pada kemandirian dan produktivitas. Kali ini, lapas menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru untuk melatih warga binaan mengolah sampah menjadi pupuk organik.

Pelatihan yang digelar di area bimbingan kerja ini, menjadi langkah konkret dalam menjawab persoalan sampah domestik di dalam lapas. Di sisi lain, program ini juga dirancang sebagai bekal keterampilan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan warga binaan setelah kembali beraktifitas ke masyarakat.

Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian menjadi bagian penting dari proses pemasyarakatan. Menurutnya, keterampilan mengolah sampah menjadi pupuk organik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha sederhana bagi warga binaan.

“Pembinaan tidak boleh berhenti pada rutinitas. Kami ingin warga binaan punya keahlian nyata yang bisa diterapkan setelah bebas nanti. Pengolahan sampah ini sederhana, tapi manfaatnya besar,” ujarnya.

Pupuk organik hasil pelatihan tersebut nantinya dimanfaatkan untuk mendukung program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pertanian yang telah berjalan di lingkungan lapas. Dengan demikian, hasil pelatihan tidak hanya bersifat teori, melainkan langsung diaplikasikan dalam kegiatan produktif.

Di bawah pengawasan Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), warga binaan dibekali pemahaman menyeluruh tentang proses pengomposan. Mulai dari pemilahan sampah organik, pencacahan, pencampuran bahan, hingga penggunaan aktivator untuk mempercepat fermentasi.

Melalui kolaborasi ini, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berharap dapat menekan volume sampah yang dibuang ke TPA sekaligus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas terus diarahkan sebagai bekal nyata bagi reintegrasi sosial warga binaan. (*)