Hadiri Pelantikan JMSI Pekanbaru, Markarius Anwar Dorong Penguatan Media Siber Yang Profesional Dan Berdaya Saing
Pekanbaru, Terbilang.id - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem media siber yang profesional, berintegritas, serta berdaya saing di tengah pesatnya transformasi digital.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar, saat menghadiri pelantikan pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kota Pekanbaru periode 2025–2030 di Aula Mal Pelayanan Publik (MPP), Kamis (11/12).
“Saya mengucapkan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik. Amanah yang diemban bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi tanggung jawab besar dalam menjaga marwah pers, meningkatkan profesionalisme media siber, serta memastikan ruang informasi yang sehat dan berimbang,” ujar Wawako.
Menurutnya, media yang kuat secara ekonomi akan lebih mampu menjaga independensi dan menjunjung tinggi etika jurnalistik. Tema seminar JMSI, ‘Mengoptimalkan Literasi Bisnis Media untuk Meningkatkan Daya Saing’, dinilai sangat relevan dengan kebutuhan industri media saat ini.
Ia menegaskan media harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, mengelola usaha secara profesional, serta berinovasi dalam menciptakan model bisnis yang berkelanjutan.
Wawako juga menyebut JMSI sebagai mitra strategis Pemko Pekanbaru dalam pembangunan daerah. Media, katanya, memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi, mengedukasi masyarakat, mengawal kebijakan publik, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga.
“Kami berharap JMSI terus mendorong lahirnya media siber yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap tantangan global, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai lokal Melayu,” harap Markarius.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfotiksan Pekanbaru, Muhammad Syuhud, menyebut seminar literasi media yang digelar JMSI merupakan langkah strategis untuk memperkuat industri media siber.
Ia menekankan pentingnya penyampaian informasi yang bertanggung jawab, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Media harus mampu menghindari hoaks dan informasi yang tidak benar. Perannya sangat strategis dalam mengakselerasi pembangunan daerah. Karena itu, pemberitaan yang konstruktif dan mencerdaskan menjadi kunci,” pungkas Syuhud. (*)


