Terbengkalai Sejak 2018, Pemko Pekanbaru Kaji Pemanfaatan Kembali Pasar Higienis Jalan Teratai
Pekanbaru, Terbilang.id - Pasar Higienis di Jalan Teratai, Kota Pekanbaru, yang merupakan aset milik Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, hingga kini masih terbengkalai. Setelah bertahun-tahun tidak difungsikan, pemerintah kini mulai mengkaji berbagai opsi untuk memanfaatkan kembali bangunan tersebut.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, mengakui pasar tersebut memang sudah lama ditinggalkan pedagang. Menurutnya, aktivitas perdagangan hanya bertahan sekitar enam bulan sebelum para pedagang memilih kembali berjualan di luar area pasar.
"Ada lah sekitar enam bulan pedagang di sana, tapi karena banyak pedagang yang di luar di Jalan Teratai, yang di dalam pada ikutan keluar semua," kata Ingot, Sabtu (27/6/2026).
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Pekanbaru saat ini mulai membahas pemanfaatan kembali aset tersebut. Namun, keputusan belum diambil karena masih memerlukan kajian bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Menurut Ingot, pembahasan akan melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta OPD lainnya untuk menentukan langkah terbaik terhadap aset tersebut.
"Ada wacana koordinasi dengan OPD terkait seperti Disperindag dan BPKAD terkait aset tersebut. Apakah harus dimanfaatkan atau seperti apa itu perlu dikaji lagi, harus lintas OPD," ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah alternatif pemanfaatan sebenarnya sudah sempat dibahas, termasuk pada masa pemerintahan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Namun hingga kini belum ada keputusan final mengenai fungsi bangunan tersebut ke depan.
"Sudah ada beberapa wacana, memang sempat dibicarakan, tetapi belum final," katanya.
Pasar Higienis Jalan Teratai sebelumnya dibangun dengan harapan menjadi pusat perdagangan yang lebih tertata dan higienis. Namun, harapan tersebut tidak terwujud karena aktivitas jual beli tidak berkembang sebagaimana yang direncanakan.
Bangunan yang berdiri di bekas kompleks sekolah dasar itu diketahui berhenti beroperasi sekitar tahun 2018. Sejak saat itu, pasar perlahan ditinggalkan hingga akhirnya terbengkalai.
Sejumlah faktor disebut menjadi penyebab gagalnya operasional pasar, di antaranya akses masuk yang dinilai kurang mendukung, lokasi yang tidak mudah terlihat dari jalan utama, serta desain bangunan yang dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan aktivitas perdagangan.
Salah seorang warga setempat, Ridwan, menilai bangunan tersebut sejak awal memang kurang layak dijadikan pasar karena merupakan bekas gedung sekolah yang hanya dialihfungsikan tanpa penyesuaian yang memadai.
"Cuma beroperasi sebentar aja karena gak ada pembeli yang masuk. Tempatnya tertutup dan ada pagar jadi orang gak tahu di dalam itu pasar. Tempat akses keluar masuknya juga tak jelas, sebab ini bangunan dan fasilitasnya untuk sekolah, dibikin jadi tempat untuk jualan ya ambruk lah," ujarnya.
Menurut Ridwan, banyak masyarakat yang bahkan tidak mengetahui bangunan tersebut pernah difungsikan sebagai pasar karena bentuk fisiknya masih menyerupai kompleks sekolah.
Kini, kondisi bangunan semakin memprihatinkan. Cat mulai memudar, plafon mengalami kebocoran, sebagian gipsum hilang diduga akibat pencurian, sementara sejumlah instalasi listrik seperti saklar dan kotak Miniature Circuit Breaker (MCB) juga sudah tidak berada di tempatnya.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru berencana melakukan kajian lintas OPD guna menentukan pemanfaatan kembali Pasar Higienis Jalan Teratai. Kajian tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi terbaik agar aset daerah yang telah lama terbengkalai itu kembali memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak terus menjadi bangunan yang tidak produktif. (*)








