Ingatkan Potensi Karhutla, Plt Gubri Riau Minta Lapisan Masyarakat Buka Lahan Tidak Dibakar

Ingatkan Potensi Karhutla, Plt Gubri Riau Minta Lapisan Masyarakat Buka Lahan Tidak Dibakar
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto

Pekanbaru, Terbilang.id - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto mengingatkan seluruh lapisan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berpotensi meningkat pada tahun 2026.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul laporan klimatologi yang menunjukkan curah hujan di wilayah Riau pada tahun ini berada di bawah kondisi normal. Kondisi tersebut menjadi indikator datangnya musim kemarau yang lebih kering sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Menurut SF Hariyanto, tantangan penanganan Karhutla pada tahun ini diperkirakan akan lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.

“Berdasarkan kondisi iklim yang ada, potensi Karhutla tahun ini diperkirakan akan lebih besar. Karena itu, kita semua harus meningkatkan kewaspadaan ekstra,” ujar SF Hariyanto, Sabtu (7/3/2026).

Ia juga menyoroti aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat maupun perusahaan yang masih menggunakan metode pembakaran. Menurutnya, praktik tersebut harus segera ditinggalkan karena sangat berpotensi memicu kebakaran besar.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Api kecil sekalipun bisa menjadi bencana besar jika dipicu angin kencang dan kondisi lahan yang kering,” tegasnya.

Kekhawatiran pemerintah tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Provinsi Riau, hingga Kamis (5/3/2026) total luasan lahan yang terbakar di wilayah Riau telah mencapai 1.161,64 hektare.

Kepala BPBD Damkar Riau melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Jim Gafur menyebutkan kebakaran hutan dan lahan tersebut telah terjadi di 11 kabupaten dan kota, sementara satu daerah yakni Kabupaten Rokan Hulu masih nihil kejadian.

“Untuk Karhutla di Riau telah terjadi di 11 daerah, kecuali Kabupaten Rokan Hulu. Total keseluruhan mencapai 1.161,64 hektare, dengan luasan paling signifikan berada di Kabupaten Pelalawan yang mencapai 681,5 hektare,” jelas Jim.

Selain Kabupaten Pelalawan, beberapa wilayah lain juga mencatatkan luasan kebakaran cukup tinggi, di antaranya Kabupaten Bengkalis seluas 662,51 hektare, Kabupaten Siak 65,32 hektare, Kabupaten Indragiri Hilir 64,70 hektare, serta Kabupaten Kampar 38,45 hektare.

Sementara itu, kebakaran juga tercatat terjadi di Kota Dumai seluas 34,12 hektare, Kota Pekanbaru 17,45 hektare, Kabupaten Kepulauan Meranti 13,40 hektare, Kabupaten Rokan Hilir 12 hektare, Kabupaten Kuantan Singingi 3 hektare, serta Kabupaten Indragiri Hulu seluas 2,7 hektare.

Pemerintah Provinsi Riau berharap melalui imbauan tersebut masyarakat dapat lebih peduli terhadap lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar, serta ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan Karhutla di daerah masing-masing. (*)