Bencana Abrasi Terjang Kuala Enok, BPBD Inhil Gerak Cepat Salurkan Bantuan Untuk 13 KK Terdampak
Indragiri Hilir, Terbilang.id - Bencana abrasi kembali menerjang wilayah pesisir Kabupaten Indragiri Hilir. Kali ini, dua titik abrasi terjadi di Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, pada Selasa (16/6/2026), mengakibatkan kerusakan rumah warga, fasilitas umum, serta memaksa sejumlah warga mengungsi.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir bergerak cepat dengan menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, membantu evakuasi warga terdampak, sekaligus menyalurkan bantuan kebutuhan pokok.
Berdasarkan hasil asesmen BPBD, kejadian pertama terjadi sekitar pukul 09.45 WIB di kawasan Pasar Kuala Enok, RT 001 RW 001. Selang sekitar 15 menit kemudian, abrasi kembali terjadi di RT 001 RW 006 Jalan Kampung Jawa AEC, Kelurahan Kuala Enok.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, R. Arliansah, mengatakan abrasi dipicu oleh pengikisan tanah akibat hantaman ombak laut yang diperparah dengan kondisi kontur tanah di kawasan pesisir yang labil.
“Tim BPBD bersama unsur terkait telah turun ke lapangan untuk melakukan kaji cepat, membantu evakuasi warga terdampak, menyalurkan bantuan bahan makanan pokok, serta melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian susulan,” ujar R. Arliansah.
Dari hasil pendataan sementara, bencana tersebut berdampak terhadap 13 kepala keluarga (KK) yang berada di dua lokasi abrasi.
Selain rumah warga, abrasi juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum, di antaranya sebuah vihara, akses jalan umum, serta pelabuhan yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Di titik abrasi yang berada di RT 001 RW 006 Jalan Kampung Jawa AEC, BPBD mencatat terdapat tiga rumah yang berada dalam kondisi terancam sehingga penghuninya harus segera dievakuasi demi alasan keselamatan.
Sebanyak dua kepala keluarga memilih mengungsi ke rumah sanak saudara, sementara satu kepala keluarga menempati rumah negara sebagai tempat tinggal sementara.
BPBD juga mencatat sejumlah bangunan mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga berat. Berdasarkan estimasi awal, total kerugian material akibat dua kejadian abrasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp320 juta.
Meski menimbulkan kerusakan yang cukup besar, hingga saat ini tidak terdapat laporan korban luka maupun korban jiwa.
R. Arliansah menegaskan bahwa kondisi di lapangan masih perlu diwaspadai. Potensi abrasi susulan masih terbuka mengingat gelombang laut yang terus menghantam kawasan pesisir serta karakteristik tanah yang mudah mengalami pengikisan.
“Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Indragiri Hilir masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pemantauan dan memastikan keselamatan masyarakat. Kami juga mengimbau warga yang berada di sekitar titik abrasi agar meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas,” tambahnya.
Dalam penanganan bencana ini, BPBD Kabupaten Indragiri Hilir turut berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk unsur TNI Angkatan Laut, Polri, pemerintah kecamatan, serta perangkat Kelurahan Kuala Enok guna mempercepat proses penanganan di lapangan.
BPBD memastikan pemantauan akan terus dilakukan dan perkembangan situasi akan diperbarui sesuai kondisi terkini, sembari mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir untuk tetap waspada terhadap kemungkinan abrasi lanjutan. (*)








