Bau Menyengat Dikeluhkan Warga, DLHK Sidak Limbah Lapas Kelas IIA Pekanbaru

Bau Menyengat Dikeluhkan Warga, DLHK Sidak Limbah Lapas Kelas IIA Pekanbaru
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan sumber persoalan.

Pekanbaru, Terbilang.id - Keluhan warga terkait bau menyengat yang diduga berasal dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru akhirnya mendapat respons cepat. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan sumber persoalan.

Langkah ini menjadi bagian dari koordinasi lintas instansi guna memastikan sistem pengelolaan limbah di lingkungan Lapas berjalan sesuai standar dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar.

Peninjauan lapangan turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Riau, Maizar. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap percepatan penanganan persoalan yang telah memicu keresahan warga.

Tim DLHK disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto. Dalam sidak tersebut, petugas melakukan pengecekan ke sejumlah titik penting, mulai dari instalasi sanitasi hingga fasilitas pengolahan limbah, termasuk sistem septic tank.

Dari hasil evaluasi awal, DLHK menemukan adanya potensi penumpukan limbah yang diduga menjadi penyebab munculnya bau tidak sedap. Untuk itu, DLHK merekomendasikan pembangunan bak penampungan limbah akhir dengan kapasitas yang disesuaikan dengan jumlah warga binaan saat ini.

Selain itu, DLHK juga menekankan pentingnya peningkatan sistem pengelolaan limbah secara menyeluruh, termasuk pemeliharaan berkala dan pengawasan rutin terhadap instalasi yang sudah ada.

Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan pihaknya telah mengambil langkah cepat sejak menerima keluhan masyarakat. Di antaranya dengan melakukan pengecekan internal serta mendatangkan jasa sedot WC guna mengurangi beban limbah.

“Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam merespons setiap masukan dari masyarakat. Kami siap menjalankan rekomendasi DLHK, termasuk pembangunan bak penampungan yang lebih memadai,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Maizar, menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi agar penanganan tidak bersifat sementara.

“Koordinasi dengan DLHK menjadi kunci agar solusi yang diterapkan tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

DLHK Pekanbaru menambahkan, hasil sidak akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi teknis lanjutan sekaligus pengawasan berkelanjutan ke depan.

Upaya ini mencerminkan komitmen bersama antara DLHK, Lapas Kelas IIA Pekanbaru, serta instansi terkait dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Dengan koordinasi yang terus diperkuat, persoalan bau menyengat di sekitar Lapas diharapkan dapat ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan. (*)