Terungkap Lewat GPS, Polsek Payung Sekaki Selidiki Penemuan Mayat Pria Terikat Di Dalam Kabin Truk

Terungkap Lewat GPS, Polsek Payung Sekaki Selidiki Penemuan Mayat Pria Terikat Di Dalam Kabin Truk
Penemuan mayat pria terikat di dalam truk menggegerkan kawasan Payung Sekaki, Pekanbaru.

Pekanbaru, Terbilang.id - Penemuan mayat pria terikat di dalam truk menggegerkan kawasan Payung Sekaki, Pekanbaru. Kasus ini terungkap dari sistem pelacakan GPS yang menunjukkan kejanggalan pergerakan kendaraan.

Polsek Payung Sekaki kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian serta pihak yang bertanggung jawab.

Korban diketahui bernama Heri Supriadi (54), warga Jakarta Utara. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam truk yang terparkir di area pool dan bengkel 72, Jalan SM Amin, Kelurahan Bandar Raya, Minggu (3/5).

Saat ditemukan, korban dalam keadaan terikat, bagian wajah dilakban dan ditutup koran. Jasadnya berada di belakang jok sopir, memperkuat dugaan adanya unsur kekerasan.

Kapolsek Payung Sekaki, Rafidin Lumban Gaol menyampaikan, pihaknya masih melakukan pengembangan kasus.

“Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kasus ini,” ujarnya, Senin (4/5).

Truk yang menjadi lokasi kejadian merupakan kendaraan jenis Hino berwarna hijau dengan nomor polisi B 9080 UXQ, yang diketahui bermuatan minyak goreng merek MinyaKita.

Kasus ini pertama kali terungkap dari kecurigaan pengurus kendaraan, Willy Tikaso, yang memantau posisi truk melalui sistem GPS. Ia mendapati kendaraan berhenti cukup lama tanpa pergerakan.

Merasa janggal, saksi kemudian meminta pendampingan pihak kepolisian untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Setibanya di tempat kejadian perkara, petugas menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa di bagian belakang jok sopir. Polisi kemudian melakukan olah TKP serta mengumpulkan sejumlah barang bukti.

Berdasarkan analisa awal, korban diduga meninggal dunia akibat kehabisan oksigen setelah diikat dan bagian wajahnya dilakban.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini, penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap secara terang motif serta pelaku di balik kematian korban. (*)