Tembus 10 Besar Indeks Desa Nasional, Pemprov Riau Dorong 1.260 BUMDes Naik Kelas

Tembus 10 Besar Indeks Desa Nasional, Pemprov Riau Dorong 1.260 BUMDes Naik Kelas
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto

Pekanbaru, Terbilang.id - Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat pembangunan desa sebagai fondasi kemajuan daerah. Capaian terbaru, Indeks Desa Provinsi Riau Tahun 2025 berhasil menembus peringkat 10 nasional dengan skor 76,279 dan berstatus maju.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menjadi indikator pembangunan desa di Riau berada di jalur yang tepat. Hal itu disampaikannya dalam ekspos Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Masa Bakti 2025–2030 di Balai Pauh Janggi, Jumat (20/2/2026).

“Alhamdulillah, Indeks Desa Riau berada di peringkat 10 nasional dengan status maju. Ini menunjukkan pembangunan desa di Riau terus mengalami kemajuan signifikan,” ujarnya.

SF Hariyanto menegaskan, pada tahun 2025 tidak terdapat lagi desa dengan status sangat tertinggal maupun tertinggal di Provinsi Riau. Dari total 1.591 desa, sebanyak 759 desa berstatus Mandiri, 471 desa Maju, dan 361 desa Berkembang.

Menurutnya, program Riau Membangun Desa, Memajukan Kota menjadi arah kebijakan pembangunan yang menitikberatkan pemerataan dan penguatan ekonomi berbasis desa.

Tak hanya fokus pada status desa, Pemprov Riau juga mendorong penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Pasca intervensi Bantuan Keuangan Khusus (BKK), tercatat sebanyak 1.260 BUMDes mengalami penguatan kapasitas.

Rinciannya, 359 BUMDes berada pada kategori Dasar/Perintis, 110 Tumbuh/Pemula, 403 Berkembang, dan 388 berstatus Maju.

“BUMDes harus menjadi lokomotif ekonomi desa. Dengan penguatan kelembagaan dan dukungan pembiayaan, kita ingin desa mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, pada tahun 2025 Pemprov Riau juga mengalokasikan Bantuan Keuangan Provinsi untuk 1.579 desa dengan total anggaran sebesar Rp40,29 miliar. Dana tersebut diarahkan untuk pembangunan infrastruktur dasar, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi desa.

Dengan capaian masuk 10 besar nasional, Pemprov Riau optimistis pembangunan desa akan semakin merata dan menjadi pusat pertumbuhan baru yang mampu menopang kemajuan daerah secara berkelanjutan. (*)