PM2.5 Naik Tajam, Kualitas Udara Kota Pekanbaru Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Pekanbaru, Terbilang.id - Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk. Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah kawasan pada Sabtu (3/10/2026) sore, seiring dengan meningkatnya konsentrasi partikulat halus PM2.5.
Berdasarkan pemantauan kualitas udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru pada pukul 18.00 WIB tercatat mencapai 213,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Konsentrasi tersebut masuk dalam kategori sangat tidak sehat.
Kondisi ini menunjukkan kualitas udara Pekanbaru kembali mengalami penurunan setelah sebelumnya sempat membaik. Kabut asap yang semakin pekat juga mulai mengganggu kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Berdasarkan grafik pemantauan BMKG, peningkatan konsentrasi PM2.5 terjadi cukup tajam sejak sore hingga petang.
Pada pukul 16.00 WIB, konsentrasi PM2.5 masih berada di kisaran 120 µg/m³.
Namun, pada pukul 17.00 WIB, konsentrasinya meningkat menjadi sekitar 170 µg/m³.
Peningkatan kembali terjadi satu jam kemudian. Pada pukul 18.00 WIB, konsentrasi PM2.5 telah mencapai 213,8 µg/m³.
Kenaikan tersebut terjadi ketika kondisi kabut asap mulai semakin pekat menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru.
Meningkatnya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikulat tersebut berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Kondisi udara dengan kategori sangat tidak sehat juga membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok yang rentan terhadap paparan polusi udara.
Masyarakat diimbau menyesuaikan aktivitas di luar ruangan dengan kondisi kualitas udara. Aktivitas yang tidak mendesak sebaiknya dikurangi ketika konsentrasi partikulat berada pada level tinggi.
Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker yang sesuai juga disarankan untuk mengurangi paparan udara berasap.
Dengan konsentrasi PM2.5 yang terus meningkat sejak sore hingga petang, kondisi kualitas udara Pekanbaru pada Sabtu malam menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan dengan paparan kabut asap lebih pekat. (*)








