Transfer Pusat Dipangkas Rp204,63 Miliar, Pemkab Rohul Sisir Ulang Belanja APBD 2027

Transfer Pusat Dipangkas Rp204,63 Miliar, Pemkab Rohul Sisir Ulang Belanja APBD 2027
Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti

Rokan Hulu, Terbilang.id - Pemangkasan transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp204,63 miliar membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul) harus menata ulang rencana belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027. Sejumlah program akan dikaji kembali agar anggaran yang tersedia dapat difokuskan pada kebutuhan prioritas.

Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, mengatakan penyesuaian belanja dilakukan untuk memastikan rencana pengeluaran daerah tetap sesuai dengan kemampuan keuangan yang tersedia.

Di tengah keterbatasan fiskal tersebut, Pemkab Rohul akan memprioritaskan sejumlah kebutuhan strategis, termasuk persiapan sarana dan prasarana Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau 2027, belanja mandatori, serta sektor transportasi.

“Belanja 2027 akan kita sisir kembali. Kita utamakan program prioritas, seperti persiapan sarana dan prasarana MTQ Riau 2027, belanja mandatori, dan transportasi,” ujar Syafaruddin dalam rapat paripurna penyampaian tiga rancangan peraturan daerah (Ranperda) di DPRD Rohul, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, penyesuaian anggaran menjadi langkah yang perlu dilakukan menyusul berkurangnya alokasi transfer dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah harus menghitung kembali kebutuhan belanja agar pelaksanaan program pembangunan tetap berjalan sesuai kemampuan fiskal.

Dalam rancangan APBD 2027, Pemkab Rohul memproyeksikan anggaran sebesar Rp2,119 triliun. Namun, transfer dari pemerintah pusat diperkirakan hanya mencapai Rp1,300 triliun.

Jumlah tersebut lebih rendah Rp204,63 miliar dibandingkan dengan angka transfer yang tercantum dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), yakni sebesar Rp1,505 triliun.

Berkurangnya transfer pusat menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menyusun komposisi belanja. Pemkab Rohul perlu menentukan kegiatan yang harus dipertahankan, disesuaikan, maupun ditinjau kembali agar penggunaan anggaran tetap efektif.

Berdasarkan rancangan yang disampaikan, pendapatan daerah Rohul pada 2027 diproyeksikan mencapai Rp1,892 triliun, sedangkan belanja daerah direncanakan sebesar Rp2,060 triliun.

Sementara itu, penerimaan pembiayaan direncanakan sebesar Rp226,95 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp59,58 miliar.

Komposisi anggaran tersebut akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut bersama DPRD Rohul dalam proses penyusunan APBD 2027. Penyesuaian diperlukan agar rencana pendapatan, belanja, dan pembiayaan dapat diselaraskan dengan kondisi keuangan daerah.

Di tengah tekanan fiskal, persiapan MTQ Riau 2027 menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Kesiapan sarana dan prasarana dinilai perlu diperhitungkan dalam perencanaan anggaran mengingat Rohul akan menjadi bagian dari penyelenggaraan kegiatan tingkat provinsi tersebut.

Selain itu, belanja mandatori dan kebutuhan transportasi juga masuk dalam daftar prioritas yang disampaikan Wakil Bupati. Pemerintah daerah harus memastikan kewajiban anggaran dan kebutuhan pelayanan publik tetap menjadi pertimbangan dalam menentukan alokasi belanja.

Pemkab Rohul selanjutnya akan membahas penyesuaian anggaran bersama DPRD untuk menyusun belanja yang realistis dan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berupaya menjaga keberlanjutan program prioritas sekaligus memastikan penggunaan APBD 2027 tetap terarah di tengah berkurangnya dukungan transfer dari pemerintah pusat. (*)