Soroti Kinerja BUMD, Sekretaris Komisi III DPRD Riau Desak Perusahaan Minim Kontribusi Segera Dievaluasi

Soroti Kinerja BUMD, Sekretaris Komisi III DPRD Riau Desak Perusahaan Minim Kontribusi Segera Dievaluasi
Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Eva Yuliana

Pekanbaru, Terbilang.id - Kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Provinsi Riau kembali menjadi sorotan. DPRD Riau mendorong perusahaan daerah yang dinilai minim kontribusi terhadap pendapatan daerah untuk segera dievaluasi.

Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Eva Yuliana, mengatakan evaluasi perlu dilakukan terhadap BUMD yang tidak mampu mencapai target maupun memberikan pemasukan bagi daerah.

Menurutnya, kondisi keuangan daerah yang terbatas membuat pemerintah perlu memastikan setiap anggaran yang dialokasikan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kalau tidak mencapai target, lebih baik dibubarkan saja," ujar Eva, Sabtu (2/10/2026).

Eva menilai pemerintah daerah tidak seharusnya terus memberikan pembiayaan kepada BUMD yang tidak menunjukkan kinerja sesuai target. Terlebih, masih banyak kebutuhan masyarakat yang membutuhkan dukungan anggaran pemerintah.

Ia menegaskan, setiap rupiah yang bersumber dari anggaran daerah harus memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Setiap rupiah anggaran daerah harus bermanfaat untuk masyarakat," tegasnya.

Meski meminta evaluasi terhadap BUMD yang minim kontribusi, Eva menegaskan tidak semua perusahaan daerah harus ditutup.

Menurutnya, BUMD yang mampu menghasilkan keuntungan dan memberikan kontribusi terhadap daerah justru perlu mendapatkan dukungan.

Ia mencontohkan Bank Riau Kepri (BRK) sebagai salah satu BUMD yang dinilai memberikan kontribusi bagi daerah.

"Kalau menghasilkan, ya kita dukung. Kalau tidak, ya sudah," kata politisi Demokrat tersebut.

Karena itu, Eva mendorong agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap masing-masing BUMD secara menyeluruh. Evaluasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah terhadap perusahaan daerah yang belum mampu memenuhi target.

Menurutnya, pemerintah perlu melihat kemampuan setiap BUMD dalam mengelola perusahaan, mencapai target serta memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Eva mengatakan persoalan kinerja BUMD sebenarnya bukan hal baru. Ia menyebut evaluasi terhadap perusahaan daerah tersebut sudah pernah dibahas ketika dirinya masih menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Riau.

Namun, pada saat itu pihaknya masih memberikan kesempatan kepada BUMD untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan kinerja.

Kini, ia kembali mengingatkan pentingnya evaluasi agar perusahaan daerah dapat menjalankan perannya secara optimal.

Eva berharap pemerintah daerah tidak hanya mempertahankan keberadaan BUMD, tetapi juga memastikan perusahaan tersebut mampu memberikan manfaat bagi keuangan daerah dan masyarakat.

Dengan evaluasi tersebut, BUMD yang masih memiliki potensi untuk berkembang dapat diberikan dukungan dan pembinaan, sementara perusahaan yang tidak mampu mencapai target dapat dipertimbangkan langkah lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku. (*)