Jalan Rusak 6,4 Km Diperbaiki, Bupati Siak Usulkan Ruas Sungai Rawa–Tanjung Buton Jadi Jalan Nasional

Jalan Rusak 6,4 Km Diperbaiki, Bupati Siak Usulkan Ruas Sungai Rawa–Tanjung Buton Jadi Jalan Nasional
Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si

Siak, Terbilang.id - Jalan lintas Sungai Rawa–Tanjung Buton, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, yang sebelumnya mengalami kerusakan parah mulai mendapat perbaikan.

Ruas jalan sepanjang 6,4 kilometer tersebut kini ditimbun menggunakan material base course kualitas B melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si, meninjau langsung proses perbaikan tersebut saat dalam perjalanan menuju Desa Teluk Lanus, Kamis (1/10/2026).

Melihat adanya aktivitas alat berat di lokasi, Afni menghentikan perjalanannya dan turun untuk melihat langsung proses penimbunan badan jalan.

Jalan tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat Kampung Rawa Mekar Jaya, Sungai Rawa dan Penyengat menuju pusat Kecamatan Sungai Apit hingga ke ibu kota Kabupaten Siak.

Bagi masyarakat di tiga kampung tersebut, ruas jalan ini menjadi jalur penting untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mengangkut hasil usaha, mengakses pelayanan pemerintahan hingga memenuhi berbagai kebutuhan.

“Hari ini kita melihat pengerjaan penimbunan jalan menggunakan material kerikil kualitas B sepanjang 6,4 kilometer di jalan Sungai Rawa menuju Tanjung Buton. Semula jalan ini kondisinya rusak berat. Atas laporan masyarakat, jalan ini kita perbaiki,” kata Afni.

Perbaikan jalan dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Siak bersama perusahaan melalui program CSR.

Untuk ruas Sungai Rawa–Tanjung Buton, dukungan diberikan PT Eka Sapta Paramita Energi.

Menurut Afni, kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk tetap melakukan perbaikan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran dan efisiensi belanja daerah.

“Ini juga bagian dari ikhtiar kami. Di tengah efisiensi, kita masih bisa memperbaiki jalan rusak melalui kolaborasi dari sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Siak. Total keseluruhan ruas jalan yang ditangani melalui CSR perusahaan sepanjang 30 kilometer,” ujarnya.

Afni juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT Eka Sapta Paramita Energi yang telah ikut mendukung perbaikan infrastruktur jalan tersebut.

Di lokasi, sejumlah alat berat tampak bekerja melakukan penimbunan dan perbaikan badan jalan yang sebelumnya rusak.

Namun, di tengah proses perbaikan tersebut, Afni turut menyoroti persoalan kemampuan pemerintah daerah dalam membangun dan memelihara infrastruktur.

Ia mengungkapkan kekecewaannya setelah melihat proyeksi postur APBN 2027 yang menunjukkan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Kabupaten Siak turun hingga 72 persen.

Sementara itu, pemerintah pusat disebut menganggarkan pembayaran kurang bayar DBH tahun 2023 pada 2027.

“Jika daerah penghasil dipangkas sampai 72 persen, jalan rusak seperti ini siapa yang bertanggung jawab jika kita tidak diberikan haknya? Siapa yang membangun jalan kabupaten yang biayanya mencapai ratusan miliar ini?” tegas Afni.

Didampingi Kepala Dinas PUPR Siak Ardi Irfandi, Afni berharap pola kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan dapat terus dilanjutkan.

Pasalnya, masih terdapat sejumlah ruas jalan kabupaten yang turut dilintasi kendaraan operasional perusahaan dan mengalami kerusakan.

Menurut Afni, salah satu persoalan yang perlu menjadi perhatian adalah beban kendaraan yang melampaui kemampuan jalan.

Selain perbaikan melalui kolaborasi, Afni juga menyiapkan langkah lain untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan pembangunan ruas tersebut.

Ia berencana mengusulkan perubahan status jalan Sungai Rawa–Tanjung Buton dari jalan kabupaten menjadi jalan nasional.

“Sekarang ini jalan kabupaten, kita akan usulkan status jalan ini menjadi jalan nasional. Karena di sini ada Pelabuhan Tanjung Buton dan di depan sudah jalan nasional. Tinggal disambungkan saja,” ucap Afni.

Usulan tersebut diharapkan dapat membuka peluang penanganan infrastruktur yang lebih berkelanjutan, mengingat ruas Sungai Rawa–Tanjung Buton memiliki peran penting sebagai akses masyarakat sekaligus jalur menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Buton. (*)