Cairan BBM Diuji Ke Laboratorium, Gudang Penampungan 54 Baby Tank Di Tenayan Raya Disegel
Pekanbaru, Terbilang.id - Sebuah gudang di Jalan Temupuri, RT 04/RW 04, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, yang ditemukan menyimpan puluhan wadah diduga untuk menampung BBM, disegel aparat, Jumat (2/10/2026).
Dari pemeriksaan awal di lokasi, ditemukan sekitar 54 baby tank dengan kapasitas masing-masing mencapai 1.000 liter.
Selain itu, terdapat 10 drum berwarna merah berkapasitas sekitar 210 liter dan empat drum biru dengan kapasitas sekitar 240 liter.
Sejumlah wadah tersebut masih berisi cairan dengan warna berbeda, di antaranya putih, merah dan hijau. Di lokasi juga ditemukan botol tinta dan deterjen.
Temuan tersebut memunculkan dugaan adanya aktivitas penampungan maupun pencampuran BBM. Namun, jenis dan kandungan cairan yang ditemukan belum dapat dipastikan hanya melalui pemeriksaan visual.
Untuk memastikan jenis cairan tersebut, kepolisian bersama Pertamina Patra Niaga mengambil sampel untuk selanjutnya diperiksa di laboratorium.
Kapolsek Tenayan Raya AKP Ronny Reduansyah mengatakan pemeriksaan dilakukan bersama Pertamina Patra Niaga.
"Kami bersama dengan Patra Niaga melakukan pengecekan. Untuk memastikan jenis BBM-nya, akan diambil sampel dan diperiksa di laboratorium," ujar Ronny.
Ia mengatakan, lokasi tersebut selanjutnya diamankan dan disegel. Pihak yang diduga sebagai pemilik atau pengelola gudang juga akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.
Sales Area Pertamina Patra Niaga Riau, Heri, mengatakan pemeriksaan awal terhadap cairan di dalam wadah masih dilakukan secara visual.
Sampel kemudian dibawa ke Depot Siak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Ini masih dugaan penimbunan BBM. Kami akan mengambil sampel untuk mengetahui jenis BBM-nya dan selanjutnya akan diinformasikan secara resmi," ujarnya.
Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan jenis BBM yang ditemukan, termasuk apakah cairan tersebut merupakan BBM bersubsidi atau jenis lainnya.
Temuan gudang tersebut terungkap setelah puluhan massa dari tiga organisasi masyarakat Melayu melakukan penelusuran bersama aparat kepolisian dan Pertamina Patra Niaga.
Tiga organisasi tersebut yakni Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB), Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat (GMKR), dan Gerakan Masyarakat Adat (GEMA) Melayu Riau.
Panglima Pucuk DPP LLMB, Datuk Ismail Amir, mengatakan penelusuran dilakukan menyusul keluhan masyarakat terkait kelangkaan BBM, khususnya solar.
Menurut Ismail, pihaknya sebelumnya telah berkoordinasi dengan DPRD Riau dan mendorong pembentukan Satgas Pemberantasan Mafia Solar.
Namun, karena menilai belum ada langkah konkret, tiga organisasi tersebut kemudian melakukan penelusuran langsung ke lapangan.
"Kalau pemerintah tidak bisa bergerak, ya kita rakyat yang bergerak. Kami satukan visi, kami turun ke lokasi, kami temukan gudang itu dalam keadaan terkunci, dan kami panggil RT dan RW, serta lurah," kata Ismail, Sabtu (3/10/2026).
Ismail menyebut massa sempat menunggu aparat kepolisian selama berjam-jam. Setelah membuat laporan, pemeriksaan akhirnya dilakukan bersama Polsek Tenayan Raya dan Pertamina Patra Niaga.
"Di temukan di lokasi itu 54 baby tank, ada yang berisi, ada yang kosong, itu barang bukti yang kita temukan," ujarnya.
Ia menegaskan pihaknya tidak memiliki kepentingan lain selain mendorong dugaan penampungan atau penimbunan BBM tersebut ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
"Kami tidak ada kepentingan lain di sini, karena kami lihat kerugian masyarakat sangat luar biasa. Dan saat ini sudah sangat mengganggu, dan bisa saja ini mengganggu kestabilitasan negara. Ini tidak bisa dibiarkan terus menerus," tegasnya.
Koordinator GMKR Riau, Brigadir Jenderal TNI (Purn) Edy Afrizal Natar Nasution, mengapresiasi keterlibatan kepolisian dan Pertamina dalam pemeriksaan gudang tersebut.
Menurut Edy, keterlibatan instansi berwenang diperlukan agar dugaan yang ditemukan di lapangan dapat dibuktikan melalui pemeriksaan resmi.
"Terima kasih karena akhirnya semua unsur bisa bersama-sama melakukan pengecekan. Artinya, fakta bahwa ada penimbunan itu harus kita lihat dan buktikan," kata Edy.
Sementara itu, Sekjen DPP LLMB Juprizal mengatakan keberadaan puluhan baby tank tersebut menjadi alasan pihaknya meminta dugaan penimbunan BBM ditindaklanjuti.
Ia menyebut lokasi yang diperiksa baru satu dari sejumlah titik yang mereka curigai.
"Jadi bukan masalah kuota yang kurang, tapi BBM ini sengaja ditimbun, dan ini baru satu gudang, kami masih ada beberapa gudang lagi yang kami duga melakukan praktik yang sama," ujarnya.
Juprizal mengatakan pihaknya akan mengawal proses pemeriksaan dan meminta aparat menindaklanjuti temuan tersebut sesuai ketentuan hukum.
"Kami siap mengawal kasus ini sampai tuntas dan mendatangi titik-titik lainnya bersama aparat hukum yang masih berkomitmen dalam penegakan hukum," tegasnya.
Sekretaris GEMA Riau, Datuk Tarlaili, juga meminta dugaan penimbunan BBM tersebut diusut secara menyeluruh.
"Apa yang kita lakukan malam ini menunjukkan kalau dugaan kita selama ini mengapa BBM langka, ya karena ada praktik-praktik jahat seperti ini," tegasnya.
Untuk saat ini, jenis cairan yang ditemukan di dalam puluhan wadah tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Penyegelan gudang dan pemanggilan pihak yang diduga sebagai pemilik atau pengelola menjadi langkah aparat untuk mendalami temuan tersebut.
Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan jenis cairan yang ditemukan sekaligus menentukan tindak lanjut terhadap dugaan penampungan atau penimbunan BBM di lokasi tersebut. (*)








